Tentang Surat: Contoh & Cara Pembuatan Surat yang Benar

Tentang Surat Contoh & Cara Pembuatan Surat yang Benar

Surat adalah pesan tertulis yang dikirim dari satu orang atau organisasi ke orang atau organisasi lainnya. Surat dapat dikirim melalui pos atau secara elektronik melalui email. Surat dapat berisi berbagai macam informasi, seperti pemberitahuan, undangan, atau permintaan. Surat juga dapat digunakan untuk mengirim dokumen penting seperti dokumen legal atau dokumen keuangan.

Sejarah Surat

Sejarah surat dapat ditelusuri kembali ke masa pra-sejarah, di mana manusia sudah menggunakan cara-cara berbeda untuk berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu cara yang paling awal untuk mengirim pesan dari satu tempat ke tempat lain adalah dengan menggunakan peta kecil yang disusun dari batu atau tulang. Selain itu, orang juga dapat mengirim pesan dengan menggunakan bunga, tanaman, atau benda lainnya yang memiliki makna simbolik.

Surat tertulis pertama kali dikenal di dunia Barat pada abad ke-7 SM. Surat pertama yang diketahui adalah surat yang ditulis oleh Raja Sargon II dari Kekaisaran Asiria pada tahun 715 SM. Surat tersebut ditulis dalam bahasa Akkadia dan ditemukan di situs arkeologis di Uruk, Irak. Surat tersebut berisi instruksi tentang pembangunan sebuah kuil.

Setelah itu, surat mulai digunakan secara luas untuk berkomunikasi di dunia Barat. Surat pertama yang diketahui ditulis dalam bahasa Yunani adalah surat yang ditulis oleh Raja Dareios I dari Persia pada tahun 522 SM. Surat tersebut ditemukan di situs arkeologis di Turki. Surat-surat dari masa ini biasanya ditulis di atas kulit hewan atau papirus, dan dikirim dengan menggunakan perahu atau kurir. Pada abad ke-19, surat mulai dikirim melalui pos setelah penemuan mesin cetak dan kemunculan kertas yang lebih murah. Sejak itu, surat telah menjadi salah satu cara paling umum untuk berkomunikasi di seluruh dunia.

Hal yang Diperlukan untuk Pembuatan Surat

Untuk membuat surat, pertama-tama Anda perlu menyiapkan beberapa bahan yang diperlukan, seperti kertas, pena atau pena tulis, dan tanda pengenal (seperti tanda tangan atau stempel). Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat surat:

  1. Tulis tanggal di bagian kanan atas surat.
  2. Tulis alamat pengirim di bagian kiri atas surat.
  3. Tulis alamat penerima di bagian tengah atas surat, tepat di bawah alamat pengirim.
  4. Tulis salam pembuka di bagian tengah bawah alamat penerima. Contoh: “Yth. Bapak/Ibu/Sdr.” atau “Dear Mr./Ms./Mrs.”
  5. Tulis isi surat di bawah salam pembuka. Gunakan paragraf untuk membagi isi surat menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dibaca.
  6. Tulis salam penutup di bagian tengah bawah isi surat. Contoh: “Hormat kami,” atau “Sincerely,”
  7. Tulis tanda tangan Anda di bawah salam penutup.
  8. Jika Anda mengirim surat melalui pos, masukkan surat ke dalam amplop dan tulis alamat penerima di bagian luar amplop.

Ingatlah untuk memeriksa surat Anda sebelum mengirimkannya untuk memastikan bahwa semua informasi yang ditulis sudah benar dan surat tersebut dapat dengan mudah dibaca oleh penerima.

Kerangka Pembuatan Surat Umum

Berikut ini adalah kerangka umum untuk membuat surat yang benar:

  1. Alamat pengirim: Tuliskan alamat pengirim di bagian kiri atas surat. Alamat pengirim harus terdiri dari nama Anda, alamat Anda, kota Anda, dan kode pos Anda.
  2. Tanggal: Tuliskan tanggal di bagian kanan atas surat.
  3. Alamat penerima: Tuliskan alamat penerima di bagian tengah atas surat, tepat di bawah alamat pengirim. Alamat penerima harus terdiri dari nama penerima, alamat penerima, kota penerima, dan kode pos penerima.
  4. Salam pembuka: Tuliskan salam pembuka di bagian tengah bawah alamat penerima. Contoh: “Yth. Bapak/Ibu/Sdr.” atau “Dear Mr./Ms./Mrs.”
  5. Isi surat: Tuliskan isi surat di bawah salam pembuka. Gunakan paragraf untuk membagi isi surat menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dibaca.
  6. Salam penutup: Tuliskan salam penutup di bagian tengah bawah isi surat. Contoh: “Hormat kami,” atau “Sincerely,”
  7. Tanda tangan: Tuliskan tanda tangan Anda di bawah salam penutup.

Ingatlah bahwa kerangka pembuatan surat dapat berbeda tergantung pada tujuan surat dan audiens yang akan menerimanya. Namun, kerangka umum di atas dapat dijadikan acuan untuk membuat surat yang baik dan sopan.

Artikel terkait: Tentang & Pembuatan Cerpen, Bukan Hanya Sekadar Cerita Pendek!

Contoh Surat Resmi

Berikut ini adalah contoh surat resmi yang dapat Anda jadikan referensi:

Contoh 1:

[Nama Anda] [Alamat Anda] [Kota Anda, Kode Pos Anda]

Tanggal: [Tanggal hari ini]

Yth. [Nama Penerima] [Alamat Penerima] [Kota Penerima, Kode Pos Penerima]

Dengan hormat,

Saya [nama Anda] dari [nama perusahaan/organisasi Anda] ingin mengajukan permohonan untuk mengikuti workshop yang akan diselenggarakan oleh [nama perusahaan/organisasi penerima] pada [tanggal workshop] di [tempat workshop].

Saya sangat tertarik untuk mengikuti workshop ini karena saya yakin bahwa workshop tersebut akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi saya. Selain itu, saya juga ingin mengetahui lebih lanjut tentang [topik workshop] karena saya percaya bahwa topik tersebut sangat penting untuk [tujuan Anda].

Saya berharap dapat diundang untuk mengikuti workshop tersebut dan bersedia membayar biaya pendaftaran yang ditentukan. Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,

[Tanda tangan] [Nama Anda]

Contoh 2:

[Nama Anda] [Alamat Anda] [Kota Anda, Kode Pos Anda]

Tanggal: [Tanggal hari ini]

Yth. [Nama Penerima] [Alamat Penerima] [Kota Penerima, Kode Pos Penerima]

Dengan hormat,

Saya [nama Anda] dari [nama perusahaan/organisasi Anda] dengan ini menyatakan bahwa kami ingin membatalkan pesanan [nomor pesanan] yang telah kami lakukan pada [tanggal pesanan].

Kami memutuskan untuk membatalkan pesanan tersebut karena [alasan membatalkan pesanan]. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi.

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,

[Tanda tangan] [Nama Anda]

Contoh Penutup Surat Umum yang Benar

Penutup surat adalah bagian terakhir dari surat yang berisi salam penutup yang sopan dan formal. Penutup surat biasanya ditulis setelah isi surat selesai ditulis. Penutup surat merupakan bagian yang sangat penting karena menunjukkan bahwa Anda menghargai penerima surat dan menghargai waktu mereka yang telah Anda gunakan untuk membaca surat tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh penutup surat yang dapat Anda gunakan:

  1. Hormat kami,
  2. Salam,
  3. Selamat tinggal,
  4. Dengan harap selalu,
  5. Terima kasih atas perhatiannya,
  6. Terima kasih,
  7. Hormat kami,
  8. Dengan hormat,
  9. Demikianlah,
  10. Saya mengucapkan terima kasih,

Ingatlah bahwa penutup surat harus sopan dan formal, tergantung pada tujuan surat dan audiens yang akan menerimanya. Sebagai contoh, jika surat ditujukan kepada orang yang tidak Anda kenal dengan baik, sebaiknya gunakan penutup surat yang lebih formal seperti “Hormat kami” atau “Dengan hormat.” Namun, jika surat ditujukan kepada orang yang Anda kenal dengan baik, Anda dapat menggunakan penutup surat yang lebih santai seperti “Salam” atau “Terima kasih.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *