Tentang & Pembuatan Cerpen, Bukan Hanya Sekadar Cerita Pendek!

Tentang & Pembuatan Cerpen, Bukan Hanya Sekadar Cerita Pendek!

Cerpen adalah sebuah bentuk sastra yang memiliki panjang yang lebih pendek daripada novel, biasanya hanya sekitar beberapa halaman saja. Cerpen sering menceritakan kisah yang hanya mencakup beberapa hari atau jam saja, dan biasanya memiliki satu plot utama yang diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat. Cerpen sering dianggap sebagai bentuk sastra yang menantang karena penulis harus menyajikan plot yang kompleks dan karakter yang mendalam dalam jumlah yang terbatas.

Tentang Cerpen atau Cerita Pendek

Cerpen telah ada selama beberapa abad, dan telah mengalami banyak perkembangan selama itu. Pada awalnya, cerpen sering dianggap sebagai bentuk sastra yang kurang serius dibandingkan dengan novel atau drama, dan biasanya ditulis hanya untuk hiburan. Namun, seiring waktu, cerpen mulai dianggap sebagai bentuk sastra yang layak, dan banyak penulis terkenal yang mulai menulis cerpen. Sebagai contoh, Edgar Allan Poe dan Anton Chekhov adalah dua penulis terkenal yang dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan cerpen.

Dalam beberapa dekade terakhir, cerpen telah menjadi semakin populer di seluruh dunia. Banyak penulis muda yang mulai menulis cerpen dan menerbitkannya di internet, yang membantu menyebarluaskan cerpen ke audiens yang lebih luas. Sebagai hasilnya, cerpen sekarang diakui sebagai bentuk sastra yang layak dan dihargai di seluruh dunia.

Contoh Karya Cerpen Terkenal

Berikut adalah beberapa contoh karya cerpen terkenal:

  1. “The Tell-Tale Heart” karya Edgar Allan Poe – Cerpen ini menceritakan tentang seorang pria yang terobsesi dengan mata seorang lansia dan akhirnya membunuhnya.
  2. “The Necklace” karya Guy de Maupassant – Cerpen ini menceritakan tentang seorang wanita miskin yang meminjam sebuah cincin mahal dari seorang teman untuk dipakai pada acara pertemuan. Namun, cincin tersebut hilang dan wanita tersebut harus membayar kembali cincin tersebut dengan harga yang sangat mahal.
  3. “Harrison Bergeron” karya Kurt Vonnegut – Cerpen ini menceritakan tentang sebuah masyarakat di mana semua orang harus dibebani dengan alat pengendali yang membatasi kecerdasan dan kekuatan fisik mereka.
  4. “A Rose for Emily” karya William Faulkner – Cerpen ini menceritakan tentang seorang wanita misterius yang tinggal di sebuah kota kecil di Amerika Serikat. Wanita tersebut dijauhi oleh warga kota karena kebiasaan-kebiasaannya yang aneh.
  5. “The Metamorphosis” karya Franz Kafka – Cerpen ini menceritakan tentang seorang pria yang tiba-tiba berubah menjadi semut. Cerpen ini menggambarkan betapa sulitnya menyesuaikan diri dengan perubahan yang tiba-tiba terjadi dalam kehidupan.

Artikel terkait: Apa itu Novel? Bagaimana Cara Menjadi Penulis dan Menulis Novel?

Kerangka Pembuatan Cerpen yang Baik

Berikut adalah kerangka dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan cerpen yang baik:

  1. Pembukaan (opening) – Bagian ini merupakan bagian pertama dari cerpen yang bertugas untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran tentang cerita yang akan datang.
  2. Pertengahan (middle) – Bagian ini merupakan bagian tengah dari cerpen yang bertugas untuk mengembangkan plot dan karakter. Ini juga merupakan bagian di mana konflik utama terjadi.
  3. Penutup (closing) – Bagian ini merupakan bagian terakhir dari cerpen yang bertugas untuk menyelesaikan plot dan menyajikan kesimpulan dari cerita.
  4. Latar belakang – Bagian ini berisi informasi tentang latar belakang tokoh-tokoh dalam cerita, tempat, dan waktu terjadinya cerita.
  5. Plot – Bagian ini berisi rangkaian kejadian yang terjadi dalam cerita, mulai dari awal hingga akhir.
  6. Karakter – Bagian ini berisi informasi tentang tokoh-tokoh dalam cerita, termasuk latar belakang, kepribadian, dan peran mereka dalam cerita.
  7. Tema – Bagian ini berisi pesan atau makna yang ingin disampaikan penulis melalui cerita.
  8. Penyajian – Bagian ini berisi cara penyajian cerita, termasuk sudut pandang, tenses, dan teknik-teknik lain yang digunakan penulis untuk menyajikan cerita.

Cara Membuat Cerpen yang Menarik Pembaca

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat cerpen yang menarik:

  1. Tentukan tema atau ide yang akan dibahas. Pilihlah tema atau ide yang menarik dan memiliki potensi untuk menjadi cerita yang menyentuh atau memiliki makna.
  2. Buatlah outline cerita. Tulislah poin-poin penting yang akan dibahas dalam cerita Anda, sehingga Anda memiliki panduan yang jelas saat menulis.
  3. Pilihlah tokoh yang menarik. Pastikan untuk memberikan latar belakang yang detail dan kepribadian yang jelas pada tokoh-tokoh dalam cerita Anda, agar mereka terasa nyata bagi pembaca.
  4. Buatlah plot yang menarik. Pastikan untuk menciptakan plot yang memiliki konflik yang jelas dan menantang, sehingga pembaca tertarik untuk terus membaca cerita Anda.
  5. Sajikan cerita Anda dengan baik. Gunakan teknik-teknik seperti pembagian bab, penggunaan sudut pandang orang pertama atau ketiga, dan lain-lain untuk menciptakan cerita yang menarik.
  6. Edit dan revisi cerita Anda. Jangan ragu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan mengubah bagian-bagian yang kurang menyenangkan dalam cerita Anda. Ini akan membantu Anda menciptakan cerita yang lebih baik.

Artikel terkait: Apa itu Artikel? Berikut Penjelasan dan Sejarah Artikel di Indonesia

Cara Mempublikasikan Cerita Pendek

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mempublikasikan cerita pendek Anda:

  1. Kirimkan cerita Anda ke majalah atau kompetisi menulis cerita pendek. Banyak majalah atau kompetisi yang menerima kiriman cerita pendek untuk dipublikasikan atau diberi hadiah.
  2. Publikasikan cerita Anda secara online. Ada banyak situs atau blog yang menerima kiriman cerita pendek dari penulis-penulis muda untuk dipublikasikan secara gratis.
  3. Buat blog atau situs sendiri. Anda juga dapat membuat blog atau situs sendiri untuk mempublikasikan cerita pendek Anda secara online. Ini akan memberikan Anda kesempatan untuk terus menulis dan mempublikasikan karya Anda tanpa harus menunggu respon dari penerbit atau pihak lain.
  4. Cari penerbit atau agen literasi. Jika Anda ingin menerbitkan cerita pendek Anda dalam bentuk buku, carilah penerbit atau agen literasi yang mungkin tertarik untuk menerbitkan karya Anda.
  5. Jual cerita pendek Anda secara online. Anda juga dapat menjual cerita pendek Anda secara online melalui situs seperti Amazon atau platform self-publishing lainnya. Ini akan memberikan Anda kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari karya Anda.

Contoh Film dari Karya Cerita Pendek

Berikut adalah beberapa contoh film yang diadaptasi dari karya cerita pendek:

  1. “The Shawshank Redemption” – Film ini diadaptasi dari cerita pendek “Rita Hayworth and Shawshank Redemption” karya Stephen King. Film ini menceritakan tentang seorang tahanan bernama Andy Dufresne yang dipenjara karena dianggap bersalah atas pembunuhan istrinya dan kekasihnya.
  2. “The Green Mile” – Film ini diadaptasi dari cerita pendek dengan judul yang sama karya Stephen King. Film ini menceritakan tentang seorang tahanan bernama John Coffey yang dianggap bersalah atas pembunuhan dua anak kecil, tetapi ternyata memiliki kemampuan supernatural yang luar biasa.
  3. “Liar Liar” – Film ini diadaptasi dari cerita pendek “The Pig Who Wanted to Be Kosher” karya Eric Aronson. Film ini menceritakan tentang seorang pengacara yang terkenal dengan kebohongannya yang terus-menerus, tetapi tiba-tiba tidak bisa lagi berbohong setelah anaknya berdoa agar ayahnya tidak bisa lagi berbohong.
  4. “The Lone Ranger” – Film ini diadaptasi dari cerita pendek “The Lone Ranger” karya Fran Striker. Film ini menceritakan tentang seorang prajurit yang selamat dari kejaran para penjahat dan menjadi seorang pahlawan yang membantu orang-orang yang teraniaya.
  5. “The Postman” – Film ini diadaptasi dari cerita pendek “The Postman” karya David Brin. Film ini menceritakan tentang seorang tukang pos yang tersesat di tengah-tengah bencana alam yang menghancurkan dunia, dan harus mengambil peran sebagai pahlawan yang membantu orang-orang yang terdampar.

Artikel terkait: Tentang Puisi: Sejarah dan Karya Terbaik di Indonesia

Penutup cerita pendek adalah bagian terakhir dari cerita yang bertugas untuk menyelesaikan plot dan menyajikan kesimpulan dari cerita. Penutup harus memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terjadi selama cerita, dan memberikan kesimpulan yang logis dan memuaskan bagi pembaca. Penutup juga harus menciptakan kesan yang mendalam pada pembaca, sehingga mereka merasa terpuaskan setelah membaca cerita tersebut. Penutup cerita pendek harus menutup cerita secara sempurna, sehingga pembaca merasa puas dan tidak merasa ada sesuatu yang terlewatkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *